a. Pengaruh situasi
b. Kesamaan alternatif-alternatif pilihan
c. Motivasi
d. Keterlibatan
e. Pengetahuan
a. Pengaruh situasi
b. Kesamaan alternatif-alternatif pilihan
c. Motivasi
d. Keterlibatan
e. Pengetahuan
Window shopping jika diartikan kedalam bahasa Indonesi adalah jendela berbelanja atau dengan kata lain jendela toko (etalase), hal ini memiliki maksud yaitu suatu kegiatan berjalan melalui distrik perbelanjaan dengan tujuan untuk melihat yang ditampilkan oleh jendela setiap toko dikawasan perbelanjaan. Orang memilih melakukan window shopping sebagai cara untuk melewatkan waktu atau juga mencari ide dan inspirasi dari yang ditampilkan pada jendela toko (etalase).
Window shopping adalah kegiatan yang tidak memerlukan biaya apapun. Ini berarti bahwa setiap orang bisamelakukan window shopping tanpa memandang status keuangan saat ini. Kegiatan ini umumnya dianggap lebih aman, karena orang pada anggaran yang terbatas sangat kecil kemungkinannya untuk membuat impuls membeli jika mereka tetap berada di luar toko.
Window shopping sejatinya adalah suatu kegiatan yang tidak pernah terburu-buru. Pelaku Window shopping tidak mempedulikan berapa banyak jendela toko yang diamati atau berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menikmatinya. Sebaliknya, fokusnya adalah menikmati barang-barang yang ditampilkan di jendela toko, serta membuat catatan semua item yang ditampilkan dari cara masing-masing pemilik toko termasuk dalam hal presentasi.
Seiring dengan menjadi cara yang ideal untuk mengisi waktu tanpa uang belanja, window shopping juga dapat berfungsi sebagai inspirasi. Menghabiskan waktu melihat yang ditampilkan oleh jendela toko dapat memicu ide-ide kreatif yang dapat digunakan di rumah. Misalnya tampilan jendela yang berisi meja makan dan kursi dapat memberikan inspirasi bagi pengaturan meja, centerpieces, atau ide-ide lain yang dapat digunakan untuk merapihkan ruang makan di rumah.sumber: www.wisegeek.com
a. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru
b. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya
c. Display dan kemasan produk yang menarik
d. Bujukan Salesman atau Sales Promotion GirlDalam hubungannya dengan perilaku konsumen, produk dapat dibagi menjadi dua kategori:
Produk dengan kategori high involvement, yaitu produk yang membutuhkan pertimbangan dan perhatian khusus sebelum membeli. (misalnya: mobil, rumah, laptop, dll). Dalam membeli produk jenis high involvement ini, biasanya konsumen telah merencanakan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Produk dengan kategori low involvement, yaitu produk yang tidak membutuhkan perhatian khusus sebelum membeli. (misalnya: permen, coklat, dll). Pada saat konsumen membeli produk kategori low involvement ini, biasanya mereka tidak merencanakannya dan mempertimbangkannya secara khusus, berbeda dengan pembelian produk high involvement, pembelian produk jenis low involvement ini tidak memiliki resiko sama sekali.(Produk low involvement diataslah yang mendorong orang melakukan impulse buying) Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Komunikasi atau promosi harus mind catching contoh: menggunakan publik figur sebagai bintang iklan
2. Distribusi produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen contoh: meletakkan produk (permen, coklat, dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko
3. Display produk yang menarik Sebagian besar konsumen yang melakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak, dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik.
4. Produk yang inovatif konsumen cenderung mencoba produk produk baruSumber : "Hermawan Kertajaya On Marketing Mix" - Hermawan Kartajaya
• Merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.
• Membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut.
• Pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.Proses pengambilan keputusan pembelian Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yaitu:
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.Faktor-faktor yang memengaruhi Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.sumber: wikipedia
Benyamin Sueb lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 5 September 1995 pada umur 56 tahun) adalah seorang pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi di Indonesia. Benyamin menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb dan Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. sejak anak-anak sudah terlihat bakatnya. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti peniup klarinet dan Haji Ung pemain Dulmuluk (sebuah teater rakyat) menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi. Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman. Lalu SMP di Taman Madya Cikini, dan setelah lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat. Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia. Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Betawi (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik. Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut. Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat memengaruhi hidupnya.