Kamis, 17 Januari 2013
Yang Terlupakan
Intro : D A Bm A
G D Em G Gm D
D A Bm A
Denting piano kala jemari menari
G D Em G
Nada merambat pelan di kesunyian malam
Gm D
Saat datang rintik hujan
F#m Bm
bersama sebuah bayang
G A D A G
Yang pernah terlupakan
(*)
D A Bm A
Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
G D Em G
Seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata
Gm D F#m Bm
Seperti menjelma waktu aku tertawa
G A D
Kala memberimu dosa
D D/C# Bm A Bm A D
Da..ra O....maafkanlah
A Bm A G
Da..ra O....maafkanlah
Chorus :
D F#m Bm A
Rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi
D F#m Bm A
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
G Gm D Bm
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
G A D
Namun senyum mu tetap mengikuti
D F#m Bm G F#m Em 2X end A
La la la
Back to : (*)
Int : A Bm A D A Bm G
by: Iwan Fals
source: chord frenzy
Rabu, 16 Januari 2013
Siklus Hidup Keluarga (family life cyrcle)
Keluarga adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan darah, pernikahan, atau seseorang yang tinggal bersama dalam satu rumah. Keluarga dapat terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, anak dan sebagainya. Anggota kelurga trsebut adalah klompok referensi primer yang sangat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menentukan perilaku konsumen anggota keluarga yang lain. Khususnya keluaraga inti seperti, ayah, ibu, dan anak. Seorang anak sangat berpotensi untuk mengikuti prilaku orang tuanya termasuk dalam kegiatan konsumen.
Contoh seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana dengan kelas sosial jenjang menengah kebawah yang selalu melakukan kegiatan konsumen dengan rasional, ia akan terbiasa dengan gaya hidup sederhana dalam kegiatan konsumen, dengan mempertimbangakan mana yang termasuk dalam kebutuhan dan keinginan. Dan ini akan sangat membantu dalam mengatur anggaran keluarga. Ini semua tidak lepas dari peran serta orang tua yang membiasakan anakanya dalam melakukan kegiatan konsumen.
Kelas Sosial
Kelas sosial adalah pengelomppokan masyarakat berdasarkan kemampuan ekonomi kelompok masyarakat tersebut dengan mengikuti perkembagan zaman disuatu negara dimana masyarakat tersebut tinggal. Ini dikarenakan perkembangan ekonomi di suatu negara dari zaman kezaman berbeda. Dahulu di Indonesia, seorang anak yang dapat bersekolah hingga SMA bisa dikatakan berasal dari keluarga berkelas atas, tetapi sekarang seorang anak yang hanya dapat sekolah SMA bisa dikatakan berasal dari kelas sosial menengah ke bawah. Lain halnya bila di bandingkan dengan negara lain, contohnya dinegara Indonesia seorang anak yang dapat bersekolah hingga strata satu(S1) dapat dikatakan berasal dari kelompok sosial atas, sedangkan di negara maju seperti singapura atau jepang seorang anak yang dapat sekolah hingga starata satu(S1) bisa dikatakan berasal dari kelompok sosial bawah.
Ada juga yang mengatakan bahwa kelas sosial di definisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relative mempunyai status yang sama, sedangkan anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Pada umumnya kelas sosial dibagi menjadi 3 jenjang, yaitu
• Jenjang atas, masyarakat yang berada di kelompok ini biasanya lebih dihormati oleh kelompok lainnya, ini dikarnakan kedudukan sosialnya maupun karena kekayaannya. Kelompok ini juga dapat dilihat dan di bedakan dari pendapatan dan pengeluaran perharinya, contohnya di Indonesia masyarakat di kelompok ini memiliki pengeluaran rata-rata lebih dari $10 perhari. Begitupun dengan gaya hidup, masyarakat ini biasanya memiliki gaya hidup yang lebih tinggi, sebagai contoh masyarakat ini lebih suka makan di café dan restaurant-restaurant mewah.
• Jenjang menengah, di Indonesia kelompok ini merupakan kelompok yang terbanyak mereka terdiri dari para pedagang dll. Dilihat dari segi gaya hidup, jika kelas atas suka makan di café atau restaurant, kelompok kelas menengah ini lebih suka memilih makan di warung-warung pinggir jalan. Jenjang ini biasanya dapat dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1) Menengah ke atas, dimana kelompok ini memiliki pengeluaran rata-rata $4 sampai $10 perhari. 2)Menengah, dimana pengeluaran rata-rata perharinya kuarang lebih $4 perhari. 3) Menengah ke bawah, dimana pengeluaran rata-rata perharinya $2 sampai $4.
• Jenjang bawah, di Indonesia kelompok sosial ini termasuk kelompok yang cukup banyak dimana kelompok ini merupakan rakyat biasa yang memiliki pendapatan pas-pasan dan pengeluaran rata-rata perharinya hanya $1. Di lihat dari segi gaya hidup pun kelompok ini sangat jauh berbeda dengan kelompok kelas diatasnya, dimana tidak memikirkan harus makan dimana dan harus makan apa. Yang mereka peroleh itulah yang mereka konsumsi. Dari segi pendidikan pun biasanya kelompok ini hanya mengikuti program pemeritah yaitu wajib sekolah 9 tahun atau bahkan tidak.Menurut Karl Marx masyarakat di bagi menjadi 3 golongan, yaitu
• Golongan kapitalis atau borjuis, yaitu mereka yang menguasai tanah atau alat produksi.
• Golongan menengah, yaitu terdiri dari pegawai pemerintah.
• Golongan proletar, yaitu mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi termasuk kaum buruh atau pekerja pabrik.Menerut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukan ke golongan kapitalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaumkapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yaitu golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.
Sumber Daya Ekonomi
Sumber daya ekonomi adalah segala bentuk sumberdaya yang dimiliki oleh suatu daerah baik itu dalam bentuk sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat dan dapat di gunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi daerah tersebut.
Pada dasarnya sumber daya alam merupakan hadiah dari Tuhan YME yang di berikan kepada umat manusia untuk memenuhi kebutuhan perekonomian, namun tetap memerlukan batasan-batasan dalam mengekploitasi hasil bumi tersebut.
Sdaya ekonomi juga meliputi sumberdaya manusia, dalam hal ini sumberdaya manusia yang di maksud adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengerti kondisi prekonomian suatu daerah dan dapat memberikan ide serta gagasan yang dapat membantu dalam perkembangan dan kemajuan perekonomian daerah tersebut.
AIDA (attention interest disire action)
Dalam memasarkan sebuah produk kita memerlukan sebuah strategi agar produk yang kita pasarkan dapat mencapai target yang kita inginkan. Sebagai contoh strategi yang dapat kita gunakan dalam pemasaran adalah AIDA(attention , interest, desire and action) atau perhatian, ketertarikan, keinginan dan tindakan. Dalam pemasaran, strategi AIDA sangat di perlukan dan berikut adalah penjelasannya.
1. Attention(perhatian), kita memerlukan sesuatu yang dapat menarik perhatian target pasar kita. Misalnya dengan membuat iklan baik dalam bentuk audio visual atupun media cetak. Dengan adanya iklan di harapkan masayarakat atau calon konsumen akan memberikan perhatian pada produk yang kita pasarkan.
2. Interest(tertarik), setelah mendapatkan perhatian dengan adanya iklan di harapkan calon konsumen akan teratrik untuk mencari tahu tentang produk yang kita jual, seperti apakah produk yang kita pasarkan memberikan manfaat bagi mereka, apakan harganya terjangkau dan bagaiman dengan kualitasnya.
3. Desire(keinginan), karena banyaknya pertanyaan yang ada pada calon konsumen biasanya akan memunculkan hasrat atau keinginan untuk melihat, membeli atau mencobanya.
4. Action(tindakan), dengan demikian masyarakat akan mulai melakuakan tindakan lebih lanjut, misalnya di mulai dengan dating ke toko, melihat produk yang kita jual, sampai ingin mencoba dan membelinya.
source: nurliaasyiah blogspot
pasar ceruk/niche market
Pasar ceruk adalah kelompok pasar yang kecil tapi memiliki kekuatan yang besar. Dibanding dengan jenis pasar yang lain pasar ini tidak memerlukan banyak usaha untuk menarik konsumen karena tidak memiliki banyak pesaing, namun biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Contohnya dengan mendirikan bisnis tempat pemutaran film (bioskop), memang biaya yang di butuhkan tidak sedikit tetapi hasil yang akan kita perolehpun akan berkali-kali lipat. Apalagi jika kita membuat inovasi baru dengan menyediakan fasilitas restaurant atau arena permainan yang akan semakin menarik pengunjung untuk datang lagi ke tempat usaha kita.
Selasa, 15 Januari 2013
Pengaruh Interaksi Individu dan Gaya Hidup
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Pemasar dapat mempelajari apa yang dibeli konsumen untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengenai apa yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari mengenai alasan tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah, jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen
a. Faktor kebudayaan
Kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar untuk mendapatkan nilai, persepsi, preferensi dan perilaku dari lembaga-lembaga penting lainnya. Faktor kebudayaan memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen.
b. Faktor sosial
Kelas sosial merupakan Pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa. Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel lain. Dalam beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial mereka.
c. Faktor pribadi
Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)