Sabtu, 24 Maret 2012

BBM naik?

PENDAHULUAN
Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan unsur utama yang dapat mempengaruhi semua sektor. Maka dengan adanya keputusan untuk menaikkan BBM akan melahirkan permasalahan di masyarakat. Dampak buruk yang langsung dirasakan oleh masyarakat adalah naiknya harga kebutuhan hidup seperti sembako.
Rencana pemerintah menaikan harga BBM per 1 April 2012 mendatang mengundang kecaman dari berbagai pihak, hal ini terjadi karena dampak dari kenaikan BBM mulai dirasakan oleh masyarakat jauh sebelum harga BBM naik. Dampak kenaikan BBM yang sudah dirasakan oleh masyarakat yaitu diantaranya yang terpenting ialah kenaikan sembilan bahan pokok (sembako). Hal tersebut jelas sangat merugikan dan menambah berat beban hidup masyarakat terutama bagi mereka yang tergolong miskin.
Pada makalah ini kita akan coba membahas dampak negatif dari kenaikan harga BBM bagi masyarakat Indonesia, dan solusi terbaik yang mungkin dapat kita lakukan.

PEMBAHASAN
Kenaikan harga BBM akan memberi dampak secara langsung maupun tidak langsung untuk semua aspek ekonomi di masyarakat. Ini terjadi karena BBM merupakan salah satu hal pokok dalam kehidupan masyarakat.
Bahkan yang lebih dikhawatirkan akan berdampak naiknya tingkat jumlah pengangguran nasional, dan otomatis jumlah orang miskin semakin membengkak. Hal ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah, karena jelas hanya akan menambah PR untuk bangsa ini kedepannya nanti. Dengan melihat kejadian tersebut kita berharap pemerintah mampu memberikan solusi masalah harga BBM.
Sebenarnya masih ada cara yang mungkin dapat kita tempuh yaitu dengan memaksimalkan berbagai penelitian daninovasi yang bisa menginspirasi adanya sumber bahan bakar baru di Indonesia. Misalkan saja mampu menyulap seluruh bahan bakar sepeda motor dan mobil di Indonesia yang jumlahnya jutaan kendaraan dengan menggunakan tenaga surya. Maka dari itu, karya-karya inovasi dalam bidang sumber energy alternative perlu digalakkan untuk mengantisipasi musnah atau habisnya minyak bumi dari dunia ini.

PENUTUP
Kebijakan penghapusan subsidi BBM yang berakibat melambungnya harga BBM dan sangat mempengaruhi aspek ekonomi dan kehidupan masyarakat, khususnya kehidupan masyarakat menengah kebawah merupakan dampak negatif. Fenomena ini menunjukan bahwa sangat berpengaruhnya peranan harga BBM di masyarakat karena BBM sebagai salah satu hal pokok. Dan jika benar-benar terjadi maka dampak terburuknya adalah menambah catatan jumlah kemiskinan di Indonesia.
Kita semua tentu sangat berharap kepada pemerintah dan semua kalangan yang bertanggung jawab atas permasalahan ini dapat memiliki solusi dalam menghadapi masalah ini. Dan para ahli dapat menemukan cara alternatif lain yang dapat kita tempuh untuk menghindari semua dampak terburuk yang mungkin akan terjadi.

Kamis, 24 November 2011

KOPERASI SEJAHTERA BERSAMA

Koperasi sejahtera bersama adalah koperasi yang bergerak dalam berbagai bidang usaha antara lain usaha Simpan Pinjam dan Usaha Perdagangan yang didirikan pada bulan Januari 2004.

VISI

Berperan aktif menciptakan masyarakat sejahtera.

MISI
Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
Menjadi salah satu koperasi terbaik dan terbesar di Indonesia.

Filosofi
Persatuan dan Kebersamaan
Sejarah membuktikan bahwa persatuan dan kebersamaan adalah modal dasar bagi terciptanya suatu pondasi kekuatan. Persatuan dan kebersamaanlah yang telah mengantarkan kami memiliki keberanian untuk terus maju.
Teguh Memegang Amanah
Kepercayaan adalah segalanya bagi kami. Amanah yang Anda percayakan kepada kami merupakan denyut nadi kemajuan usaha kami. Anda percaya, kami pastikan itu terjaga.
Usaha Adil dan Terbuka
Kami senantiasa berusaha untuk menciptakan usaha yang berazas keadilan dan keterbukaan sehingga semua yang terlibat dalam usaha kami dapat merasakan kesejahteraan yang merata.

Pembina
Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia untuk kantor pusat dan dinas koperasi setempat untuk kantor cabang.

Pengawas
Ir. Tedi Setiadi, ST
Ina Aprilia

Pengurus
Ketua : Iwan Setiawan
Wakil Ketua : Dang Zeany K.
Sekretaris : Ir. Dasep Surahman
Bendahara : Vini Noviani, SH, SS

Legal Officer
Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Radiana, SH & Rahmat Riyadi, SH, Komplek Kopo Permai III Blok 31A No. 1 – Bandung.

Akuntan Publik
Kantor Akuntan Publik Dra. Eri Murni, Ak, CPA , Registered Public Accountants and Consultants, Jl. Sawah Lunto No. 48C Manggarai - Jakarta Selatan 12970

Domisili
Kantor Pusat Koperasi SEJAHTERA BERSAMA menempati tanah dan gedung milik sendiri yang terletak di komplek IPB Baranangsiang II, Jl Pakuan Indah No. 7-9 Bogor 16143, Jawa Barat, Tlp. 0251-8311013, Fax 0251-8331226


Unit Usaha dan Anak Perusahaan



SB Finance

SB Finance adalah salah satu unit usaha dari Koperasi SEJAHTERA BERSAMA yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam yang beroperasional berdasarkan Surat Izin Usaha Simpan Pinjam dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 44/SISP/Dep.1/II/2010.

SB Finance melaksanakan kegiatan usaha menghimpun dana dalam bentuk tabungan koperasi dan simpanan berjangka koperasi, serta memberikan pinjaman dari dan untuk anggota/calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undangan Republik Indonesia tentang Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Sebagai salah satu institusi keuangan non bank, SB Finance berperan sebagai lembaga intermediasi antara potensi yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan tujuan yang akan dicapai yaitu menjadi masyarakat yang sejahtera.


SBmart

SBmart berdiri pada tanggal 3 Agustus 2010 atau 22 Sya’ban 1431 H. Pendirian SBmart dilatarbelakangi oleh rasa rindu akan hadirnya sarana belanja bagi masyarakat umum yang betul-betul memihak masyarakat umum baik konsumen, pedagang serta pelaku ekonomi di lingkungan sekitar SBmart. SBmart memiliki nuansa yang berbeda dengan minimarket-minimarket yang sudah ada, juga memiliki filosofi dan orientasi yang berbeda.

SBmart adalah salah satu unit usaha dari Koperasi Sejahtera Bersama yang bergerak dalam bidang perdagangan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi anggota / calon anggota koperasi dan masyarakat pada umumnya dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau serta menjadi pembina bagi toko-toko kecil yang dimiliki masyarakat disetiap daerah.

Seiring dengan maraknya bisnis ritel minimarket di Indonesia, SBmart hadir dalam melayani masyarakat dengan nuansa gerai yang berbeda. Baik dalam hal suasana belanja, tampilan, ataupun produk-produk yang dijual didalamnya. SBmart tidak menjual minuman keras serta barang-barang haram lainnya sehingga SBmart sangat bersahabat dengan keluarga Indonesia. Di SBmartpun dijual barang dagangan yang khas seperti Habbatusauda, air Zam-Zam, jus kurma, peralatan shalat, serta buku-buku islam membuat SBmart terlihat sangat kental dengan nuansa Islamnya. Dengan variasi produk lebih dari 4.000 item barang dagangan, serta diperkuat dengan nuansa Islami dan Sistem Teknologi Informasi (IT) yang mumpuni, diharapkan masyarakat dapat mengandalkan keberadaan SBmart di lingkungannya masing-masing sebagai penyedia kebutuhan pokok sehari-hari, terlebih lagi SBmart menyediakan variasi buah lebih banyak khususnya buah-buah lokal.

SBmart memiliki program-program yang sangat berpihak kepada pedagang kecil serta pelaku usaha dilingkungan sekitar SBmart, yaitu dengan program Rak Kemitraan, Muhasaba (Mitra Usaha Sejahtera Bersama), serta Harga Anggota. Rak kemitraan digunakan sebagai sarana untuk menampung produk-produk baik itu berupa makanan, kerajinan dan lain sebagainya yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar gerai SBmart berada. Oleh karena itu rencana ekspansi SBmart diarahkan untuk dapat menjangkau sampai ke pelosok daerah. Dengan program-program tersebut diharapkan SBmart menjadi pembina bagi toko-toko kecil yang dimiliki masyarakat disetiap daerah serta dapat betul-betul menjadi minimarket yang mampu bersaing dan mensejahterakan setiap anggota / calon anggota Koperasi Sejahtera Bersama dan masyarakat luas pada umumnya.

Dalam menjalankan usahanya, SBmart memegang teguh prinsip-prinsip Koperasi yang diorientasikan untuk dapat membantu, memperkokoh dan mengembangkan perekonomian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial dari masyarakat itu sendiri. SBmart memiliki Anggota Koperasi yang sangat banyak dan tersebar diseluruh Indonesia. Layaknya filosofi perekonomian koperasi “dari anggota untuk anggota”, SBmart memberikan harga khusus kepada anggotanya. Harga yang sangat murah ini diharapkan mampu memberikan loyalitas lebih kepada anggota untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari di SBmart. Semakin sering anggota berbelanja di SBmart maka semakin besar SHU yang dinikmati.

Akan tetapi target market SBmart tidaklah melulu anggota, target utama adalah keluarga muslim dari kalangan menengah. Oleh karena itu SBmart didirikan dengan motto Nyaman dan Ideal. Pendirian gerai-gerai SBmart selalu mempertimbangkan kondisi tersebut. Mulai dari parkiran yang luas, tampilan gerai yang bersih, lorong belanja yang lebar, pelayanan yang ramah, penyediaan trolley belanja dan lain sebagainya. Tersedianya harga yang sesuai dengan seluruh target market SBmart diharapkan mampu memuaskan seluruh konsumen sehingga SBmart Ideal bagi semua kalangan.

Dengan cepatnya pertumbuhan gerai dan tepatnya posisi dari gerai itu sendiri, maka besar harapan kami SBmart dapat berkembang dengan cepat dan baik, serta menjadi tempat belanja yang nyaman dan ideal sesuai dengan visi dan misinya dalam melayani masyarakat.


SB Furniture

SB Furniture adalah salah satu unit usaha dari Koperasi SEJAHTERA BERSAMA yang bergerak dalam bidang perdagangan furniture yang diharapkan dapat menjadi pusat penjualan produk-produk furniture dari setiap daerah (wilayah) sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan pengrajin furniture di Indonesia.


PT Faryan Nusantara

PT. Faryan Nusantara Sejahtera adalah anak perusahaan dari Koperasi SEJAHTERA BERSAMA yang bergerak dalam bidang minyak bumi/bahan bakar dan gas.

Koperasi SEJAHTERA BERSAMA membeli saham PT. Faryan Nusantara Sejahtera dan menguasi sebanyak 68,75% pada tanggal 14 Juli 2009 berdasarkan Akta Notaris Yulida Desmartiny, SH Nomor: 8.

PT. Faryan Nusantara Sejahtera didirikan tahun 1996. Bermula sebagai transportir resmi Pertamina Wilayah Jakarta dan sekitarnya. PT. Faryan Nusantara Sejahtera memiliki 13 (tiga belas) unit tanki dari Truk High Speed Diesel dengan kapasitas 16.000 (enam belas ribu) liter dan 6 (enam) unit tanki dengan kapasitas 5.000 (lima ribu) liter.

Tahun 2000 PT. Faryan Nusantara Sejahtera dipercaya oleh Pertamina untuk mengangkut Crude Oil di Wilayah Pulau Jawa. Tahun 2004 PT. Faryan Nusantara Sejahtera menyediakan angkutan kapal untuk mengirim minyak ke berbagai daerah di Indonesia dan pernah mendapatkan tender dari Pertamina untuk Tank Cleaning Unit Storage.

Tahun 2010, PT. Faryan Nusantara Sejahtera mendirikan pabrik sendiri dengan teknologi canggih terkini untuk pengolahan limbah minyak yang menghasilkan minyak bakar atau Alternative Fuel dengan kapasitas produksi sebesar 20 ton per jam. Alternative Fuel tersebut dikirim ke seluruh daerah di Indonesia.


PT Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera

PT. Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera adalah anak perusahan dari Koperasi SEJAHTERA BERSAMA yang bergerak dibidang usaha property yang diharapkan dapat menyediakan perumahan yang baik, sehat, memiliki fasilitas penunjang yang lengkap dengan harga terjangkau.

Koperasi SEJAHTERA BERSAMA membeli saham PT. Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera dan menguasai sebanyak 65% pada tanggal 10 Februari 2010 berdasarkan Akta Notaris Hj. Asmoro Edi, SH Nomor: 7.

Sejalan dengan Visi dan Misi Koperasi SEJAHTERA BERSAMA, PT. Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera bekerja sama dengan Induk Koperasi Angktan Laut (INKOPAL) membangun Komplek Perumahan “ SAMUDERA RESIDENCE “, sebanyak 3.000 unit rumah yang terdiri dari:

2.000 unit untuk prajurit TNI Angkatan Laut
500 unit untuk Instansi Pemerintah
200 unit untuk Karyawan KSB
300 unit untuk umum

Jumat, 07 Oktober 2011

KOPERASI

Koperasi adalah sebuah organisasi bisnis yang dioperasikan demi kepentingan bersama. Kegiatan koperasi didasari prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
PRINSIP KOPERASI
Prinsip koperasi adalah suatu gagasan untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan Federasi koperasi non-pemerintah internasional adalah keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela, pengelolaan yang demokratis, partisipasi anggota dalam ekonomi, kebebasan dan otonomi, serta pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
SEJARAH KOPERASI
Sejarah koperasi bermula pada abad ke-20. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
KONSEP KOPERASI
KONSEP KOPERASI BARAT
Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain koperasi adalah sebuah organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
Koperasi didominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Perbedaan dengan konsep koperasi sosialis yaitu jika Konsep Negara Berkembang bertujuan meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya, sedangkan tujuan konsep koperasi sosialis untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif.
ALIRAN KOPERASI
ALIRAN YARDSTICK
• Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
• Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri
ALIRAN SOSIALIS
• Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
ALIRAN PERKSEMAKMURAN (Commonwealth)
• Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
• Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
• Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

Kamis, 05 Mei 2011

Rock and Roll

Rock and roll (often written as rock & roll or rock 'n' roll) is a genre of popular music that originated and evolved in the United States during the late 1940s and early 1950s, primarily from a combination of the blues, country music, jazz and gospel music.
In the earliest rock and roll styles of the late 1940s and early 1950s, either the piano or saxophone was often the lead instrument, but these were generally replaced or supplemented by guitar in the middle to late 1950s. The beat is essentially a boogie woogie blues rhythm with an accentuated backbeat, the latter almost always provided by a snare drum. Classic rock and roll is usually played with one or two electric guitars (one lead, one rhythm), a string bass or (after the mid-1950s) an electric bass guitar, and a drum kit.
Rock and roll began achieving wide popularity in the 1960s. The massive popularity and eventual worldwide view of rock and roll gave it a widespread social impact. Bobby Gillespie writes that "When Chuck Berry sang 'Hail, hail, rock and roll, deliver me from the days of old,' that's exactly what the music was doing. Chuck Berry started the global psychic jailbreak that is rock'n'roll."
Far beyond simply a musical style, rock and roll, as seen in movies and on television, influenced lifestyles, fashion, attitudes, and language. It went on to spawn various sub-genres, often without the initially characteristic backbeat, that are now more commonly called simply "rock music" or "rock."
















Source: Wikipedia, the free encyclopedia & Google

Reggae

Reggae is a music genre first developed in Jamaica in the late 1960s. While sometimes used in a broader sense to refer to most types of Jamaican music, the term reggae more properly denotes a particular music style that originated following on the development of ska and rocksteady.
Reggae is based on a rhythmic style characterized by accents on the off-beat, known as the skank. Reggae is normally slower than both ska and rocksteady. Reggae usually accents the second and fourth beat in each bar, with the rhythm guitar also either emphasizing the third beat or holding the chord on the second beat until the fourth is played. It is mainly this "third beat", its speed and the use of complex bass lines that differentiated reggae from rocksteady, although later styles.

R

E

G

G

A

E
SUBGENRES
Early reggae
Early reggae, sometimes dubbed "skinhead reggae" due to its popularity among the working class subculture in the UK, started in the late 1960s, as the influence of funk music. The characteristic defining early reggae from rock steady is the "bubbling" organ, a percussive style of playing that brought to closer light the eighth-note subdivision within the groove. The guitar "skanks" on the second and fourth note of the bar were more frequently doubled up in recording studios using electronic tape echo effects, thus complementing the double-time feel of the organ bubble. Overall more emphasis was on the groove of the music; the growing trend of recording a "version" on the B-side of a single produced countless instrumentals led by a horn or organ.
Roots reggae
Roots reggae is a spiritual type of music whose lyrics are predominantly in praise of Jah (God). Recurrent lyrical themes include poverty and resistance to government and racial oppression. The creative pinnacle of roots reggae was in the late 1970s. Musically, on the song "Roots, Rock, Reggae" Marley devised a new style of "off beat" music where a bar of six beats is played, with the guitar skanking on the fourth and sixth beat. Although entirely separate from the beats of ska, rock steady, reggae, skank, flyers, rockers and all later styles, this unique beat seems to have been so closely associated with Marley that few others adopted it.
Dub
Dub is a genre of reggae that was pioneered in the early days by studio producers Lee 'Scratch' Perry and King Tubby. It involves extensive remixing of recorded material, and particular emphasis is placed on the drum and bass line.
Rockers
The rockers style was created in the mid-1970s by Sly & Robbie. Rockers is described as a flowing, mechanical, and aggressive style of playing reggae. One article calls the rockers era the "Golden Age of Reggae".
Lovers rock
The lovers rock subgenre originated in South London in the mid-1970s. The lyrics are usually about love. It is similar to rhythm and blues.
Newer styles and spin-offs
Hip hop and rap
Toasting is a style of chanting or talking over the record that was first used by 1960s Jamaican deejays such as U-Roy and Dennis Alcapone. This style greatly influenced Jamaican DJ Kool Herc, who used the style in New York City in the late 1970s to pioneer the hip hop and rap genres. Mixing techniques employed in dub music have also influenced hip hop.
Dancehall
The dancehall genre was developed around 1980, with exponents such as Yellowman, Super Cat and Shabba Ranks. The style was characterized by a deejay singing and rapping or toasting over raw and fast rhythms. Ragga (also known as raggamuffin) and reggae fusion, are subgenres of dancehall where the instrumentation primarily consists of electronic music and sampling. Notable ragga originators include Shinehead and Buju Banton. In February 2009, Dancehall with lyrical content "deemed explicitly sexual and violent" was banned from the airwaves by the Broadcasting Commission of Jamaica.
Raggamuffin
Raggamuffin, usually abbreviated as ragga, is a sub-genre of reggae that is closely related to dancehall and dub. The term raggamuffin is an intentional misspelling of ragamuffin, and the term raggamuffin music describes the music of Jamaica's "ghetto youths". The instrumentation primarily consists of electronic music. Sampling often serves a prominent role as well. As ragga matured, an increasing number of dancehall artists began to appropriate stylistic elements of hip hop music, while ragga music, in turn, influenced more and more hip hop artists. Ragga is now mainly used as a synonym for dancehall reggae or for describing dancehall with a deejay chatting rather than deejaying or singing on top of the riddim.
Reggaeton
Reggaeton is a form of urban music that first became popular with Latin American youths in the early 1990s. Reggaeton's predecessor originated in Panama as reggae en espaƱol. After the music's gradual exposure in Puerto Rico, it eventually evolved into reggaeton. It blends West-Indian reggae and dancehall with Latin American genres such as bomba, plena, salsa, merengue, Latin pop, cumbia and bachata, as well as hip hop, contemporary R&B and electronica. Modern reggaeton beats follow the structure of the Dem Bow Riddim, a beat created by Jamaican producers Steely & Clevie in the late 80s and early 90s.
Reggae fusion
Reggae fusion is a mixture of reggae or dancehall with elements of other genres, such as hip-hop, R&B, jazz, rock, drum and bass, punk or polka. Although artists have been mixing reggae with other genres from as early as the early 1970s, it was not until the late 1990s when the term was coined.

Source: Wikipedia, the free encyclopedia & Google

SKA

Ska is a music genre that originated in Jamaica in the late 1950s, and was the precursor to rocksteady and reggae. Ska combined elements of Caribbean mento and calypso with American jazz and rhythm and blues. It is characterized by a walking bass line accented with rhythms on the upbeat. In the early 1960s, ska was the dominant music genre of Jamaica and was popular with British mods.
Music historians typically divide the history of ska into three periods: the original Jamaican scene of the 1960s (First Wave), the English 2 Tone ska revival of the late 1970s (Second Wave) and the third wave ska movement, which started in the 1980s (Third Wave) and rose to popularity in the US in the 1990s.

2 Tone
The 2 Tone genre, which began in the late 1970s in the areas in and around the city of Coventry in England, was a fusion of Jamaican ska rhythms and melodies with punk rock's more aggressive guitar chords and lyrics. Compared to 1960s ska, 2 Tone music had faster tempos, fuller instrumentation and a harder edge. The genre was named after 2 Tone Records, a record label founded by Jerry Dammers of The Specials. In many cases, the reworking of classic ska songs turned the originals into hits again in the United Kingdom.

Third wave
The Third Wave of Ska Revival emerged in the late '80s, when certain members of the American punk underground began returning to the sounds of British ska revival and infusing it with a hardcore punk attack. During the early '80s, this third wave continued to grow -- more bands continued to pop up across the country, but many of the most popular were based in California. As time wore on, the hardcore influences eventually mutated into heavy metal, much like hardcore punk itself. Eventually, the third wave of ska revivalists broke into the American mainstream, thanks to the success of fellow Californian punk revivalists Green Day and the Offspring. The first third wave band to break big was Rancid, but they were quickly followed by groups like No Doubt, Goldfinger, Sublime, and Dancehall Crashers; the Mighty Mighty Bosstones, who were one of the leading figures of the scene in the early '90s, just missed the commercial bandwagon. Most of the bands that followed Rancid into the charts emphasized metal over ska, but some -- like No Doubt -- drew from new wave pop roots as well, while Rancid themselves managed to stay true to both ska revival and punk. During 1996, the third wave of ska revival became one of the most popular forms of alternative music in the United States.


Source: Wikipedia, AllMusic & Google

Oi!

Oi! is a working class subgenre of punk rock that originated in the United Kingdom in the late 1970s. The music and its associated subculture had the goal of bringing together punks, skinheads and other working-class youths (sometimes called herberts).
Oi! became a recognized genre in the latter part of the 1970s, emerging after the perceived commercialization of punk rock, and before the soon-to-dominate hardcore punk sound. It fused the sounds of early punk bands such as the Sex Pistols, the Ramones, The Clash, and The Jam with influences from 1960s British rock bands such as The Rolling Stones, the Small Faces, and The Who; football chants; pub rock bands such as Dr. Feelgood, Eddie and the Hot Rods, and The 101ers; and glam rock bands such as Slade and Sweet. Direct precursors to the first Oi! bands included Sham 69, Cock Sparrer, and Menace, who were around for years before the word Oi! was used retroactively to describe their style of music.
In 1980, writing in Sounds magazine, rock journalist Garry Bushell labeled the movement Oi!, taking the name from the garbled "Oi!" that Stinky Turner of Cockney Rejects used to introduce the band's songs. The word is an old Cockney expression, meaning hey or hello. In addition to Cockney Rejects, other bands to be explicitly labeled Oi! in the early days of the genre included Angelic Upstarts, The 4-Skins, The Business, Blitz, The Blood, and Combat 84.
The prevalent ideology of the original Oi! movement was a rough brand of socialist, working-class populism. Lyrical topics included unemployment, workers' rights, harassment by police and other authorities, and oppression by the government. Oi! songs also covered less-political topics such as street violence, football, sex, and alcohol. Although Oi! has come to be considered mainly a skinhead-oriented genre, the first Oi! bands were composed mostly of punk rockers and people who fit neither the skinhead nor punk label.
After the Oi! movement lost momentum in the United Kingdom, Oi! scenes formed in continental Europe, North America, and Asias. Soon, especially in the United States, the Oi! phenomenon mirrored the hardcore punk scene of the early 1980s, with Oi!-influenced bands such as Agnostic Front, Iron Cross, and S.S. Decontrol. Later American punk bands such as Rancid and Dropkick Murphys have credited Oi! as a source of inspiration. In the mid-1990s, there was a revival of interest in Oi! music in the UK, leading to older Oi! bands receiving more recognition. In the 2000s, many of the original UK Oi! bands reunited to perform and/or record.

Source: Wikipedia, the free encyclopedia & Google